Jumat, 28 Desember 2018

Ketika Pemeriksa Jatuh Cinta

Jiwa Auditorku luntur saat berhadapan denganmu
Tak ada lagi skeptisme dalam diriku ketika menganalisa perhatianmu
Kebenaran kah?
Atau hanya gurauan yang kau lakukan untuk menggangguku?

Aku kehilangan rasa kehati-hatian ku saat meneliti kata-kata tak terduga darimu
Yang menjadikan ku melayang dan mengawang
Terbuai dan menganggap semua kefanaan ini adalah kenyataan

Aku menjadi sangat subjektif untuk memaklumi kesalahan-kesalahanmu
Mempercayai setiap kalimat yang kau katakan
Membenarkan setiap tingkah yang kau lakukan
Dan memaafkan kekurangan yang tak sengaja kau perlihatkan

Aku menanggalkan profesional judgementku saat aku tau kekuranganmu dan kubiarkan itu
Bagiku, kau adalah ketidaksempurnaan yang paling sempurna
Ketidaknyamanan yang membuatku merasa paling nyaman
Kamu adalah kejanggalan yang selalu kubenar-benarkan

Aku tak lagi mengindahkan prinsip kerahasiaan saat ternyata semua yang kukatakan,
Adalah isi hatiku.

Ketemu Mereka (Part 2)

Yeaaayy.....!!
Setelah sebelumnya gw ber-foto (memaksa foto lebih tepatnya) sama beberapa bintang lapangan bulutangkisnya Indonesia dan gw menyesalkan tidak bisa bertemu dengan satu pasangan ganda putra juara 2 ASEAN GAMES 2018 kemarin. Yang melawan minions di final, akhirnyaaaaa..... sekarang gw bisa pamer foto sama mereka. HAHAHA~ (ketawa setan.)

Ya! beberapa hari eh minggu setelah tim bulutangkis yang tenar itu datang, kemudian menyusul-lah beberapa atlet sisanya. Dan disana ada MEREKA!

Yess, They ARE HERE...!!

Bersama Rian

Bersama Fajar

Fajar Alfian and his angels :D


M. Rian Ardianto with his Angels :p

Awalnya sempet sedih karna gak ada yang mau nganterin foto bareng sama mereka. Sampe bujuk-bujukin senior buat anterin ke bawah. wkwkw... makasih banget buat Mbak Ari yang udah nemenin dan fotoin kami dengan HP Bagusnya wkwkwkw... tanpamu, aku hanya butiran debu. hihihi...

Dan satu temen gw yang menyelinap masuk ke dalam sesi foto gw dengan Rian dan Fajar ini adalah Fitri. Asli doi hoki banget, datang disaat yang sangat tepat. Pas Fajar dan Rian selesai wawancara (sedangkan gw harus nunggu mereka berdua selesai wawancara) dan pas banget gw lagi minta foto sama Rian. wkwkwkkww....

Gapapa lah yaaa... yang penting tetep dapat foto berdua sama mereka hihihi...
Fajar dan Rian sama-sama humble nya. Baik banget dan kalem.
Makasih yaaa Pahlawannya Indonesia, khususnya buat Fajar dan Rian. Semoga sukses terus karir nya. Jadi Juara Dunia di usia muda.

Btw, masa gw deg-deg an pas foto sama Fajar. eh pas liat hasilnya, pantesaaaaannn.... deket banget coiy!! wkwkkww

Minggu, 09 Desember 2018

Untittle

Perbedaan apa yang sedang kau perdebatkan?
Sejak pertama kali kita bertemu, kita memang sudah tak sama.
Bahkan kita pun bukan saudara se-ayah se-bunda

Jadi, persamaan apa yang sedang kalian perjuangkan?
Bahkan sejak awal melihatmu,
Aku tak melihat apapun selain perbedaan kita.

Dan bagiku,
Justru itu yang membuatku dapat membantumu.
Meringankan bebanmu.
Begitupun sebaliknya.

Jumat, 07 Desember 2018

Menulis

Banyak orang yang gak tau kalo menulis itu adalah salah satu terapi yang ampuh untuk mengobati sakit pada diri sendiri. Banyak orang yang mengira kalo menulis itu hanya sekedar mengetik atau menjajarkan barisan huruf menjadi kata-kata bullshit yang sok puitis dan kadang gak masuk akal. Ada juga orang yang berpikir bahwa apa yang orang tulis itu adalah omong kosong belaka. Bualan yang terbungkus kata-kata mesra.

Bagi gw, menulis itu gak cuma mengungkapkan perasaan yang cuma kita yang rasa. Tapi lebih dari itu, menulis bisa juga tentang apa yang kita lihat, kita dengar dan kita pikirkan tentang kejadian-kejadian yang ada disekitar kita. Dan hebatnya lagi, menulis bisa bikin orang lain yang membacanya senang dan terpacu untuk ikut menulis.

Sering ngerasa senang ketika ada beberapa anak muda yang membawakan tulisannya dalam sebuah lagu yang riang ataupun sendu. Dan dibawakan dengan mengikutsertakan emosi dari tulisannya. Dengan kalimat khas anak jaman sekarang yang selenge'an tapi tetap penuh makna. Keren! Itu karyanya! Itu buatannya! Tulisannya dan musiknya yang mereka ciptakan sendiri.

Pengen seperti mereka.
Begitu antusiasnya dengan karya sastra yang kemudian diberikan inovasi khas Ada Apa Dengan Cinta ketika sang pemeran utama membawakan puisi Rangga.

Menulis, bagi gw bukan hanya sekedar menuangkan pikiran dan perasaan. Tapi juga menunjukkan perhatian untuk ia yang menjadi subjeknya. Menulis adalah cara gw menceritakan kehidupan melalui kalimat yang tertata ala gw.