Minggu, 19 Maret 2023

Suara Dari Dilan

Membuatku percaya bahwa tidak semua yang dirasakan pria akan diungkapkannya dengan kata-kata. Cara berkomunikasi yang buruk yang dimiliki oleh sebagian besar dari mereka yang akhirnya membuatnya semakin terpuruk pada asumsi yang dibuatnya sendiri.

Pria yang ingin wanitanya bahagia meski bukan dengan dirinya, tidak selalu merasa baik-baik saja dengan keputusannya. Ada pasang surut emosi yang ternyata justru lebih membuat mereka menderita daripada wanita. Tak ada teman bicara, hanya mengandalkan logika, diam seribu bahasa dan kemudian pura-pura lupa adalah pilihan yang kebanyakan dijalani olehnya.

Miris memang, agar terlihat kuat mereka menahan air mata yang jelas-jelas diciptakan Tuhan untuk menunjukkan rasa sedihnya. Agar terlihat kuat, mereka mengatur pikirannya dengan segala cara agar dapat mengalihkan perasaannya tanpa benar-benar bisa lupa.

Suara dari Dilan, mengingatkanku untuk bisa memahami mereka. Menjadi yang paling menderita, dan menganggap pria adalah tersangka bukan hal baik yang patut dilakukan. Kadang, kesakitan yang diperlihatkan Dilan membuatku sadar betapa ia berusaha memendam dalam dalam perasaannya hanya dalam diam. Berharap Milea sadar, tapi justru tak pernah ada kabar. Sekalinya berkabar Milea sudah dilamar.

Aaahh.. Dilan. Akhir kisah yang tragis, melebihi Romeo dan Juliet yang mengakhiri hidup mereka bersama.

Kau, justru berusaha tegar menahan terpaan kenangan yang tak kunjung hilang dari ingatan.